Terapi Musik Nusantara

Judul buku: Terapi Musik Nusantara

Penulis: Djohan

Editor: Rendra Setiawan

Desain Grafis: Teguh Prastowo

Yogyakarta, Akalbudi Media
155 x 230 mm
xii + 130 hal
ISBN …

Buku ini merupakan kumpulan informasi dan hasil penelitian dalam bidang terapi musik baik dari dalam maupun luar Indonesia. Saat ini, transdisiplin yang melibatkan bidang pengetahuan medis, psikologi dan seni dalam konteks terapi musik sudah mulai berkembang di Indonesia walaupun masih terhitung sangat muda. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang menggembirakan dan memberikan harapan kepada peneliti Indonesia untuk makin menggali kekayaan seni budayanya agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan terapiutik.

Meskipun penelitian terapi musik masih dilakukan secara sporadis oleh beberapa bidang atau peneliti tertentu tetapi hal ini justru memberikan harapan besar untuk terjadinya riset kolaboratif antar peneliti ataupun institusi. Karena secara holistik dapat dikatakan bahwa bidang baru terutama penggunaan seni sebagai objek materi ini memiliki kemungkinan luas untuk menghasilkan keluaran yang lebih komprehensif. Karena musik sebagai salah satu cabang seni tidak terpisahkan dari bidang sosial maupun alam ketika diposisikan objek yang memiliki manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Oleh karenanya diperlukan keterlibatan banyak pihak agar terapi musik yang secara praktis di Indonesia sudah dilakukan dalam berbagai model akan menjadi sebuah cabang pengetahuan khas Nusantara. Sehingga pada waktunya, terapi musik Nusantara selain sebagai tuan rumah juga dapat makin berkembang, berkolaborasi atau saling tukar pengalaman secara lebih luas dan saintifik dengan negara dan budaya lain di dunia.

Dengan demikian, buku ini lebih merupakan referensi yang tujuannya adalah untuk menstimulasi minat penelitian baik bagi mahasiswa dari bidang seni, musik, pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi, kesehatan masyarakat maupun neurosains. Mengingat perkembangan kehidupan berjalan sebanding dengan teknologi informasi maka harapan tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang tidak akan banyak mendatangkan kendala teknis jika dimulai dari sekarang.

 

Menyala Guruku!

Judul buku: Menyala Guruku!

Penulis: Ferdianus Jelahu, Hironimus Bandur, Andreas, dkk.

Editor: Ferdianus Jelahu

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
150 x 230 mm
xii + 112 hal
ISBN …

 

“Menjadi guru berarti siap menghadapi medan pertempuran. Sebab guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi ikut andil dalam pembentukan kepribadian peserta didik.” –Br. Ferdi, MTB

Buku ini diramu dari berbagai pengalaman para guru di SMP Bruder Pontianak, Kalimantan Barat. Karya para guru ini merupakan pengalaman konkrit dalam berdinamika bersama siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Menjadi guru berarti menjadi “pendidik tanpa batas”. Selama ia dipanggil menjadi guru, selama itu pula ia berperan sebagai pendidik. Namun, menjadi pendidik bukanlah hanya tugas guru di sekolah. Orang tua juga menjadi pendidik yang pertama dan utama. Orang tua tidak boleh melepas tangan dalam mendidik putra-putri mereka. Dengan demikian guru di sekolah berperan sebagai perpanjangan tangan orang tua di rumah. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara orang tua dan sekolah dalam mendidik para generasi penerus. Orang tua dan sekolah perlu membangun komunikasi yang intensif demi terciptanya pendidikan holistik dan integral.

Fokus Hidup

Judul buku: Fokus HIdup; Sebuah Refleksi Kecil Menuju Pribadi Bermanfaat

Penulis: Stefanus Damai, CMM

Editor: Paskalis Wangga, CMM

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
150 x 230 mm
xiv + 136 hal
ISBN …

 

“Buku ini bukan hanya sekadar kumpulan cerita, tetapi juga sebuah ajakan untuk merayakan kehidupan dalam segala kompleksitasnya.” ―Editor

“Fokus Hidup” adalah kumpulan 323 refleksi kehidupan yang diungkapkan oleh Frater Stef dalam memaknai pengalaman sehari-hari, yang kecil dan sederhana. Sebagai seorang religius penulis berhasil menghadirkan kisah yang membangkitkan rasa syukur dalam setiap detik kehidupan. Penulis ingin mengajak pembaca untuk menemukan arti dalam setiap momen dan menekankan pentingnya fokus dalam mencapai tujuan hidup. Dari kesederhanaan hingga tantangan yang kompleks, Fokus Hidup mengajarkan kepada pembaca tentang kekuatan kesadaran dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi. Lebih jauh buku ini ingin mengajak para pembaca untuk menjalani setiap hari dengan penuh syukur, memandang setiap momen sebagai anugerah sekaligus kesempatan yang berharga untuk bertumbuh menjadi lebih baik.

Pengalaman Emas

Judul buku: Pengalaman Emas; Kumpulan Narasi Pratik Baik dalam Pembelajaran

Penulis: Hieronimus FN Rusik MTB, Agustinus Ridwan, Damiana Betsy, dkk.

Editor: Hieronimus FN Rusik MTB & Teguh Prastowo

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
155 x 230 mm
viii + 180 hal
ISBN …

 

Pepatah lama mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Buku Pengalaman Emas: Kumpulan Narasi Praktik Baik dalam Pembelajaran ini merupakan sebuah dokumentasi praktik pembelajaran yang disusun oleh para guru SMAK Santo Paulus Pontianak. Buku ini adalah hasil partisipasi para guru dalam workshop penulisan narasi praktik baik. Dalam buku ini, para guru berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran yang berhasil mereka implementasikan dalam kelas. Setiap narasi tentu didasarkan pada pengalaman langsung di kelas bersama para siswa. Mencakup situasi konkret, tantangan yang pernah dihadapi, analisis dampak dari tindakan yang diambil, serta refleksi mendalam tentang dinamika pembelajaran yang terjadi.

Dari pembacaan buku ini, Anda akan mendapatkan wawasan yang mendalam tentang beragam pendekatan dan teknik pembelajaran yang efektif, serta pemahaman yang lebih baik tentang dinamika proses belajar-mengajar. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi para pembaca untuk mengeksplorasi pendekatan baru dan kreatif dalam mengajar, serta mendorong refleksi pribadi tentang praktik pembelajaran secara konteksual.

Dengan gaya penulisan yang ringan, semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga bagi para pendidik, tenaga kependidikan, serta pemerhati pendidikan yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan produktif bagi tumbuh kembang siswa. #

Kumpulan Cerita Rakyat Papua

Judul buku: Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Cergam)

Penulis: Erik Karel Rumbrawer

Ilustrator: Erik Karel Rumbrawer
Editor: Welly Morin

Penyelaras Aksara: Teguh Prastowo

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
210 x 297 mm
vii + 54 hal
ISBN …

 

Sebagai identitas bangsa, cerita rakyat adalah bagian dari warisan budaya yang penting untuk dijaga dan dilestarikan. Bangsa Papua sebagai bagian dari warga dunia memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk dalam cerita rakyatnya. Buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua ini hadir untuk memperkenalkan dan memperluas pengetahuan kita tentang kearifan lokal Papua, serta memberikan inspirasi dan pembelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah dalam cerita tersebut. Dua puluh cerita rakyat yang sarat akan nilai budaya dan keteladanan kami sajikan secara ringan dan menghibur.

TOMANG; Pendokumentasian Cerita Rakyat Mbaham-Matta Kabupaten Fakfak Papua Barat

Judul buku: Tomang; Pendokumentasian Cerita Rakyat Mbaham-Matta Kabupaten Fakfak Papua Barat (Cergam)

Penulis: Marsela D.M. Gewab, Nelce Y. Weripang, Saida H. Wokas, dkk.

Penyunting: Joy E. Raharusun

Ilustrator: Joy E. Raharusun, Costantinus F. Raharusun, dan Labirin Art

Yogyakarta, Akalbudi Media (c)2023

210 x 297 mm

84 hal

ISBN 978-623-88301-4-5

 

Tomang adalah sebuah tas tradisional suku Mbaham-Matta yang dibuat dari daun pandan hutan khusus. Selain daun pandan, dapat pula dibuat dari sejenis bilah bambu khusus yang masih muda. Tomang merupakan warisan budaya suku Mbaham Matta Kabupaten Fakfak. Nama Tomang berasal dari kata “Tuweman” yang bermakna tas atau kantung. Tuweman terdiri dari berbagai ukuran dengan fungsinya masing-masing.

Tuweman atau Tomang biasa dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Namun Tomang berukuran kecil dengan hiasan tertentu hanya dapat digunakan oleh kaum laki-laki dewasa. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pemakainya telah dewasa. Tomang untuk kaum laki-laki suku Mbaham-Matta adalah simbol tanggung jawab. Di dalam Tomang biasanya berisi berbagai keperluan seperti tembakau, sirih, pinang, kapur dan juga harta berupa uang dan emas. Bahkan warisan sakral dari suku atau marga dapat pula disimpan di dalamnya.

Di dalam Tomang juga terdapat anyaman dari daun pandan atau bilah bambu yang disebut “Tuw Mbiom”. Berbentuk seperti Tomang, namun memiliki penutup sehingga berfungsi sebagai dompet. Di wadah inilah tembakau, pinang, uang dan emas disimpan lalu dimasukkan ke dalam Tomang

Tomang dapat dimaknai sebagai simbol tanggung jawab, kedewasaan dan keperkasaan bagi orang yang menerima Tomang di pundaknya.

Fredrikus Warpopor, S.P

Penggiat Budaya Mbaham Matta

Melihat, Tergerak, dan Bergerak

Judul buku: Melihat, Tergerak, dan Bergerak

Penulis: Fr. Paskalis Wangga, CMM

Editor: Antonius P. Sipahutar, Paskalis Wangga, Teguh Prastowo

Yogyakarta, Akalbudi Media (c)2023

155 x 230 mm

x + 250 hal

ISBN 978-623-88301-5-2

 

Buku Melihat, Tergerak, dan Bergerak ini adalah sebuah monumen perayaan atas satu abad Kongregasi Frater CMM Berkarya di Bumi Indonesia. Kehadiran para frater Congregatio a Matre Misericordiae (CMM) pertama kali di Medan, Sumatera Utara, dinamika kongregasi dan bagaimana mereka hadir di tengah masyarakat Indonesia melalui karya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan manusia terekam dalam buku ini.

Pembaca juga akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang Kongregasi Frater CMM, misi mereka di Indonesia, dan banyak karya yang telah mereka lakukan untuk masyarakat Indonesia selama 100 tahun. Buku ini juga mencakup kisah-kisah inspiratif dari beberapa frater dan masyarakat yang telah dipengaruhi oleh gerak langkah Kongregasi Frater CMM.

Di sini kita juga dapati bagaimana kongregasi membuka berbagai komunitas, sekolah dan melatih para guru dan pemimpin masyarakat. Buku ini juga memberikan gambaran tentang seberapa jauh Kongregasi Frater CMM telah berkembang dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Dalam buku ini pembaca juga akan dibawa untuk mengenali spiritualitas persaudaraan dan belas kasih melalui sosok inspiratif para frater dan bagaimana mereka terus berjuang dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Buku ini sangat cocok untuk para penggemar sejarah, pendidikan, dan spiritualitas kristiani serta untuk siapa saja yang ingin mengetahui tentang kisah inspiratif Kongregasi Frater CMM yang telah menghasilkan buah-buah keberhasilan bagi masyarakat Indonesia.

Terhempas dari Rumah Adat

Judul buku: Terhempas dari Rumah Adat – Penulis: Yason Ngelia
Editor: Samuel Womsiwor, Welly Morin
Yogyakarta, Akalbudi Media
140 x 200 mm
vii + 54 hal
ISBN 978-623-88301-1-4

Buku Terhempas dari Rumah Adat: Studi Kasus Orang Port Numbay di Tengah Perkembangan Kota Jayapura adalah satu hasil Kajian Yadupa tentang pergeseran budaya orang Port Numbay dalam dinamika Pembangunan di Kotamadya Jayapura, Papua.

Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat adat Port Numbay ditengah perkembangan pembangunan Kota Jayapura baik aspek sosial, budaya, lingkungan dan politik dan juga keberlanjutan hidup masyarakat adat Port Numbay.

Hasil kajian tersebut telah didokumentasikan dalam buku kecil ini. Semoga buku ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat adat Papua secara khusus di Port Numbay dalam menata masa depannya. Selain itu semoga bermanfaat pula bagi akademisi dan pengambil kebijakan di Kota Jayapura dan di Tanah Papua untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Tanah Papua berorientasi pada masyarakat adat dan masa depan anak-cucunya. Sekaligus untuk mendorong agar Masyarakat Adat Papua tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dengan segala potensi dan kekayaan yang dimilikinya.

Ventilasi Musik Perempuan

Judul buku: Ventilasi Musik Perempuan

Penulis: Naufal Rizmalia, dkk.

Editor: Hamzah Muhammad, Hery Budiawan

Ilustrator: Nadila Restu Iswara, Amanda Juliana B. Hutahaean

Yogyakarta, Akalbudi Media (c)2022

155 x 230 mm

x + 170 hal

ISBN 978-623-88301-2-1

 

Kalau disadari secara jeli maka, makhluk yang paling kaya imajinasi dan fantasi adalah para remaja karena mereka berada pada masa peralihan dari anak menuju dewasa. Dalam perspektif psikologi disebut dengan istilah masa-masa storm and drunk yang penuh gejolak emosi khususnya. Emosi adalah sebuah perangkat penting yang tetap perlu dipelajari dan dikelola agar menghasilkan respons positif serta bermanfaat.

Oleh karenanya, agar emosi dapat dikelola secara baik, diperlukan kanal atau ruang sebagai tempat penyaluran. Dalam istilah saat ini, peristiwa penyaluran emosi yang baik melalui beragam cara salah satunya adalah: curhat. Maka dari itu, salah satu curhat yang dapat dilakukan adalah bercerita melalui tulisan walaupun singkat tetapi sudah melepaskan dan memberi ruang kosong kembali dalam kognisi kita untuk kemudian diisi pengalaman berikutnya. Model cerita pendek merupakan salah satu media yang menarik untuk mengkomunikasikan pengalaman semacam tempat berbagi dalam rangka mencerahkan diri sendiri.

Buku ini merupakan ventilasi pengalaman para penulisnya yang secara khusus terkait dengan kehidupan pribadi dalam hal belajar musik. Tidak menutup kemungkinan secara umum juga banyak remaja mengalami hal yang sama seperti cerita dalam buku ini. Dengan kata lain kumpulan tulisan dalam buku ini dapat memberikan kesehatan untuk memupuk mental penulisnya dan diharapkan dapat menstimuli lahirnya varian tulisan berikutnya. Dengan berbagai gaya ungkap yang rileks, apa adanya, tanpa beban SPOK sebagai ciri remaja milenial maka buku ini patut dihargai sebagai sebuah upaya untuk berlajar berkata jujur. Baik terhadap diri sendiri maupun kepada pembaca dan tanpa tendensi mendiskusikan kebenaran apapun.

Kreativitas Musikal

 

Judul buku: Kreativitas Musikal

Penulis: Djohan

Editor: Fortunata Tyas Rinestu

Yogyakarta, Akalbudi Media

155 x 230 mm

xvi + 210 hal

ISBN 978-623-88301-0-7

 

Menulis buku ini memiliki tantangan tersendiri karena kreativitas termasuk topik yang banyak disebut-sebut tetapi jarang dibicarakan secara tuntas terutama dalam konteks musikologi atau pendidikan musik. Memang, secara teoritis terdapat banyak definisi tentang kreativitas yang mungkin dapat mengarahkan kita pada imajinasi kreatif tertentu misalnya, dengan membayangkan kerja kreatif seorang komponis, pelukis, penari, penulis lagu, kemampuan improvisasi atau perancang piranti lunak untuk keperluan berbagai hal. Bahkan kreativitas dalam berbagai bidang seni (humaniora), sosial dan yang justru tampak paling aplikatif pada bidang eksakta. Dengan demikian, harapannya nanti di dalam buku ini kita akan membahas kreativitas bukan hanya dari model produknya tetapi juga konsep dan proses untuk menjadi kreatif melalui media suara atau kemungkinan-kemungkinan membuat seorang anak menjadi lebih kreatif melalui objek materi yang disebut: musik.