Menyala Guruku!

Judul buku: Menyala Guruku!

Penulis: Ferdianus Jelahu, Hironimus Bandur, Andreas, dkk.

Editor: Ferdianus Jelahu

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
150 x 230 mm
xii + 112 hal
ISBN …

 

“Menjadi guru berarti siap menghadapi medan pertempuran. Sebab guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi ikut andil dalam pembentukan kepribadian peserta didik.” –Br. Ferdi, MTB

Buku ini diramu dari berbagai pengalaman para guru di SMP Bruder Pontianak, Kalimantan Barat. Karya para guru ini merupakan pengalaman konkrit dalam berdinamika bersama siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Menjadi guru berarti menjadi “pendidik tanpa batas”. Selama ia dipanggil menjadi guru, selama itu pula ia berperan sebagai pendidik. Namun, menjadi pendidik bukanlah hanya tugas guru di sekolah. Orang tua juga menjadi pendidik yang pertama dan utama. Orang tua tidak boleh melepas tangan dalam mendidik putra-putri mereka. Dengan demikian guru di sekolah berperan sebagai perpanjangan tangan orang tua di rumah. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara orang tua dan sekolah dalam mendidik para generasi penerus. Orang tua dan sekolah perlu membangun komunikasi yang intensif demi terciptanya pendidikan holistik dan integral.

Pengalaman Emas

Judul buku: Pengalaman Emas; Kumpulan Narasi Pratik Baik dalam Pembelajaran

Penulis: Hieronimus FN Rusik MTB, Agustinus Ridwan, Damiana Betsy, dkk.

Editor: Hieronimus FN Rusik MTB & Teguh Prastowo

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
155 x 230 mm
viii + 180 hal
ISBN …

 

Pepatah lama mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Buku Pengalaman Emas: Kumpulan Narasi Praktik Baik dalam Pembelajaran ini merupakan sebuah dokumentasi praktik pembelajaran yang disusun oleh para guru SMAK Santo Paulus Pontianak. Buku ini adalah hasil partisipasi para guru dalam workshop penulisan narasi praktik baik. Dalam buku ini, para guru berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran yang berhasil mereka implementasikan dalam kelas. Setiap narasi tentu didasarkan pada pengalaman langsung di kelas bersama para siswa. Mencakup situasi konkret, tantangan yang pernah dihadapi, analisis dampak dari tindakan yang diambil, serta refleksi mendalam tentang dinamika pembelajaran yang terjadi.

Dari pembacaan buku ini, Anda akan mendapatkan wawasan yang mendalam tentang beragam pendekatan dan teknik pembelajaran yang efektif, serta pemahaman yang lebih baik tentang dinamika proses belajar-mengajar. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi para pembaca untuk mengeksplorasi pendekatan baru dan kreatif dalam mengajar, serta mendorong refleksi pribadi tentang praktik pembelajaran secara konteksual.

Dengan gaya penulisan yang ringan, semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga bagi para pendidik, tenaga kependidikan, serta pemerhati pendidikan yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan produktif bagi tumbuh kembang siswa. #

Kumpulan Cerita Rakyat Papua

Judul buku: Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Cergam)

Penulis: Erik Karel Rumbrawer

Ilustrator: Erik Karel Rumbrawer
Editor: Welly Morin

Penyelaras Aksara: Teguh Prastowo

Desain Grafis: @akalbudinetwork

Yogyakarta, Akalbudi Media
210 x 297 mm
vii + 54 hal
ISBN …

 

Sebagai identitas bangsa, cerita rakyat adalah bagian dari warisan budaya yang penting untuk dijaga dan dilestarikan. Bangsa Papua sebagai bagian dari warga dunia memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk dalam cerita rakyatnya. Buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua ini hadir untuk memperkenalkan dan memperluas pengetahuan kita tentang kearifan lokal Papua, serta memberikan inspirasi dan pembelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah dalam cerita tersebut. Dua puluh cerita rakyat yang sarat akan nilai budaya dan keteladanan kami sajikan secara ringan dan menghibur.

Melihat, Tergerak, dan Bergerak

Judul buku: Melihat, Tergerak, dan Bergerak

Penulis: Fr. Paskalis Wangga, CMM

Editor: Antonius P. Sipahutar, Paskalis Wangga, Teguh Prastowo

Yogyakarta, Akalbudi Media (c)2023

155 x 230 mm

x + 250 hal

ISBN 978-623-88301-5-2

 

Buku Melihat, Tergerak, dan Bergerak ini adalah sebuah monumen perayaan atas satu abad Kongregasi Frater CMM Berkarya di Bumi Indonesia. Kehadiran para frater Congregatio a Matre Misericordiae (CMM) pertama kali di Medan, Sumatera Utara, dinamika kongregasi dan bagaimana mereka hadir di tengah masyarakat Indonesia melalui karya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan manusia terekam dalam buku ini.

Pembaca juga akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang Kongregasi Frater CMM, misi mereka di Indonesia, dan banyak karya yang telah mereka lakukan untuk masyarakat Indonesia selama 100 tahun. Buku ini juga mencakup kisah-kisah inspiratif dari beberapa frater dan masyarakat yang telah dipengaruhi oleh gerak langkah Kongregasi Frater CMM.

Di sini kita juga dapati bagaimana kongregasi membuka berbagai komunitas, sekolah dan melatih para guru dan pemimpin masyarakat. Buku ini juga memberikan gambaran tentang seberapa jauh Kongregasi Frater CMM telah berkembang dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Dalam buku ini pembaca juga akan dibawa untuk mengenali spiritualitas persaudaraan dan belas kasih melalui sosok inspiratif para frater dan bagaimana mereka terus berjuang dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Buku ini sangat cocok untuk para penggemar sejarah, pendidikan, dan spiritualitas kristiani serta untuk siapa saja yang ingin mengetahui tentang kisah inspiratif Kongregasi Frater CMM yang telah menghasilkan buah-buah keberhasilan bagi masyarakat Indonesia.

Terhempas dari Rumah Adat

Judul buku: Terhempas dari Rumah Adat – Penulis: Yason Ngelia
Editor: Samuel Womsiwor, Welly Morin
Yogyakarta, Akalbudi Media
140 x 200 mm
vii + 54 hal
ISBN 978-623-88301-1-4

Buku Terhempas dari Rumah Adat: Studi Kasus Orang Port Numbay di Tengah Perkembangan Kota Jayapura adalah satu hasil Kajian Yadupa tentang pergeseran budaya orang Port Numbay dalam dinamika Pembangunan di Kotamadya Jayapura, Papua.

Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat adat Port Numbay ditengah perkembangan pembangunan Kota Jayapura baik aspek sosial, budaya, lingkungan dan politik dan juga keberlanjutan hidup masyarakat adat Port Numbay.

Hasil kajian tersebut telah didokumentasikan dalam buku kecil ini. Semoga buku ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat adat Papua secara khusus di Port Numbay dalam menata masa depannya. Selain itu semoga bermanfaat pula bagi akademisi dan pengambil kebijakan di Kota Jayapura dan di Tanah Papua untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Tanah Papua berorientasi pada masyarakat adat dan masa depan anak-cucunya. Sekaligus untuk mendorong agar Masyarakat Adat Papua tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dengan segala potensi dan kekayaan yang dimilikinya.

Kreativitas Musikal

 

Judul buku: Kreativitas Musikal

Penulis: Djohan

Editor: Fortunata Tyas Rinestu

Yogyakarta, Akalbudi Media

155 x 230 mm

xvi + 210 hal

ISBN 978-623-88301-0-7

 

Menulis buku ini memiliki tantangan tersendiri karena kreativitas termasuk topik yang banyak disebut-sebut tetapi jarang dibicarakan secara tuntas terutama dalam konteks musikologi atau pendidikan musik. Memang, secara teoritis terdapat banyak definisi tentang kreativitas yang mungkin dapat mengarahkan kita pada imajinasi kreatif tertentu misalnya, dengan membayangkan kerja kreatif seorang komponis, pelukis, penari, penulis lagu, kemampuan improvisasi atau perancang piranti lunak untuk keperluan berbagai hal. Bahkan kreativitas dalam berbagai bidang seni (humaniora), sosial dan yang justru tampak paling aplikatif pada bidang eksakta. Dengan demikian, harapannya nanti di dalam buku ini kita akan membahas kreativitas bukan hanya dari model produknya tetapi juga konsep dan proses untuk menjadi kreatif melalui media suara atau kemungkinan-kemungkinan membuat seorang anak menjadi lebih kreatif melalui objek materi yang disebut: musik.

 

Curhat dari Belantara Digital

Judul: Curhat dari Belantara Digital; Refleksi Pandemi Para Guru SMA Santo Paulus Pontianak

Penulis: Br. Filianus Nasu Rusik, MTB dkk. Editor: Severianus Endi & Stefanus Akim Perancang Grafis: Teguh Prastowo

Yogyakarta, Akalbudi Media ©2022

155 x 230 mm; viii + 292 hal

ISBN 798-622-91537-9-3

SERINGKALI masyarakat menganggap guru sebagai manusia serba bisa. Seakan-akan, guru tidak boleh menampakkan sisi kemanusiaannya. Seolah-olah guru harus selalu tampil sempurna, tanpa cacat cela. Namun jika kita bersedia sedikit merenung secara adil, maka kita mampu menempatkan sosok guru sebagai manusia yang memiliki keunggulan sekaligus kelemahan. Dan itu semua sangatlah manusiawi.

Buku Curhat dari Belantara Digital: Refleksi Pandemi Para Guru SMA Santo Paulus Pontianak ini menjadi cerminan atas aspek kemanusiaan para pendidik. Sebuah bunga rampai berisikan 35 tulisan, yang mereka sajikan secara populer. Melalui buku ini, pembaca bisa menyelami dinamika penyesuaiaan diri para guru dalam beradaptasi dengan suasana pendidikan yang tiba-tiba harus berubah drastis akibat Pandemi COVID-19.

Jika dalam kewajiban akademik, guru terkadang harus menyusun karya tulis yang sangat ilmiah, maka dalam buku ini mereka tampil dalam tulisan bergenre “karya populer”, sehingga aspek kemanusiaan benar-benar muncul. Pembaca akan menemukan banyak sisi human interest dari para guru. Kesedihan, kegembiraan, harapan, bahkan hal-hal yang bersifat humor. Karya ini menjadikan pandemi tak melulu harus disikapi dengan kesan nestapa, tapi juga memupuk semangat dan harapan.